Beberapa hari yang lalu saya di beri bonus perusahaan untuk melakukan liburan ke Langkawi Saya menggunakan taksi yang kebetulan pengemudinya adalah orang Melayu Terlihat kontras juga ketika ada pengguna jalan yang akan menyebrang jalan. Sama-sama saling memahami. Pengguna jalan akan berjalan jika lampu khusus penyebrang sudah berubah menjadi hijau. Nah, para pengguna kendaraan pun akan menurunkan kecepatannya jika terlihat pejalan kaki akan menyebrang jalan. Bahkan taksi yang saya tumpangi juga menurunkan kecepatannya padahal jarak antara mobil dan penyebrang tersebut masih agak jauh. Pengalaman saya di Acara yang berdurasi kurang lebih 2 jam itu awalnya membuat saya bosan, karena saya pikir semua orang pasti tahu membawa kendaraan. Tapi begitu sesi tanya jawab dimulai, saya mulai penasaran dengan materi yang di berikan oleh pemateri. Saya masih ingat dengan kesimpulan dari pemateri tersebut. Bahwasannya 90% kecelakan di sebabkan karena manusia. Awalnya saya tidak setuju, tapi akhirnya saya juga setuju karena bagaimana pun mobil/motor hanyalah seonggok barang yang tak bernyawa. Bahkan di contohkan jika kita mempunyai pistol dan kita biarkan, maka di jamin bahwa pistol tersebut tidak akan melukai ataupun membunuh orang lain. Banyak hal yang saya bisa ketahui. Selama ini jika menonton acara televisi mungkin saya hanya mendengar istilah Smart Driving. Tapi di Stand Ford kemaren saya bisa lebih paham. Ternyata masih ada aspek lain selain Smart Driving. Seperti, Devensive Driving, Safety Driving serta Eco Driving. Bahkan banyak hal secara teknis juga yang saya belum pahami. Seperti istilah blank spot, jarak aman saat mengemudi, teknik pengoperasian gigi transimi yang benar. Bahkan teknik perawatan ban kendaraan yang selama ini saya acuh Walaupun acara tersebut saya rasa sangat kurang, tapi paling tidak saya bisa lebih aware nantinya dalam berkendara. Di Jakarta ini, siapa pun gampang stress dalam berkendara. Karena semua orang mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Mudah-mudahan di lain waktu saya bisa mengikuti sesi yang konon minimal membutuhkan minimal 2 hari untuk mempelajari Smart Driving ini. Dengan kita SMART dalam berkendara minimal kita bisa mengurangi kecelakaan untuk diri kita sendiri dan orang lain di sekitar kita.
Smart Driving untuk aman dan nyaman di jalan
maslie, Thursday, November 05, 2009Ngeri Tok Ndaa
maslie, Wednesday, October 14, 2009Hari ini blogger yang berasal dari Semarang berulang tahun yang ke 4. Blogger yang didirikan 4 tahun yang lalu di tangga Masjid Baiturrahman Semarang ini tak terasa anggotanya semakin hari semakin banyak dan beragam. Tercatat sudah 1034 anggota yang mendaftar di milis. Ya kami adalah perkumpulan blogger loenpia.
Banyak kegiatan yang sudah di lakukan. Bukan hanya sekedar kopdar senang-senang aja. Banyak pula kegiatan sosial yang di lakukan. Salah satunya adalah Force. Kalau diibaratkan balita, umur 4 tahun adalah umur dimana balita tersebut sedang lucu-lucunya.

Memang kalau makan Loenpia apa lagi yang anget, enaknya di makan rame-rame. Begitupun dengan nge blog enaknya ya rame-rame. Selamat Ulang Tahun Loenpia.net semoga terus eksis dan jaya. Loenpia?NGERI TOK NDAAA
Pontianak
maslie, Monday, June 08, 2009
Lahir dan besar di kota ini. Walau telah lama aku tinggalkan (terakhir kali 2 tahun yang lalu pada saat mudik lebaran)
Pertama kali Ayahku menginjakkan kaki di Pulau Borneo ini pada tahun 1980, tepat saat beliau baru menikah dengan Ibu ku. Karena tugas dinas dari Depnaker tempatnya bekerja maka dengan sedikit berat hati Ayahku yang berangkat dulu ke Pontianak baru kemudian Ibu ku menyusul
Dulu Ayah ngontrak di rumah yang sangat sederhana, di daerah Sungai Jawi Gg Kurnia. Tapi karena ada tawaran rumah dinas makan Ayahku menempati rumah tersebut yaitu di Komplek BLKI Jl AR Shaleh, yang kini Alhamdulillah rumah itu masih bagus dan terawat, senang rasanya bisa sedikit ber nostalgia dengan rumah itu
Tahun 1981 aku lahir, 6 tahun kemudian bersekolah di TK Islamiyah, setahun kemudian aku bersekolah di SD Mujahidin, lalu lulus dan meneruskan di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak. Ahh banyak sekali kenangan yang aku dapat di sini. Terutama kulinernya yang aku masih ingat. Bubur pedas khas pontianak, sayur pacri, tempoyak, sambal blacan dan air tebu di daerah Untan.
Ahh hati ku pun mulai tertambat lagi di kota ini. Apakah aku akan selalu mengingat kota ini?Jawabannya mungkin saja. Seperti pepatah bilang Setinggi tingginya bangau terbau, akhirnya kembali ke kubangan juga. Tahun ini aku akan kembali ke Pontianak. Ada acara besar "temu alumni SD Mujahidin dan SMP Muhammadiyah", semoga aku bisa hadir. Melepas rindu dengan teman-teman yang sebaya. Sambil bercanda dengan bahasa Melayu yang sudah memudar ini karena kelamaan di Pulau Jawa
Orang Jawa turun ke dusun
Singgah sejenak di pinggir kota
Kami bawa sirih tersusun
Sudilah sepiak pembuka kata
Ya..Pontianak tetap sebagai kota yang sangat spesial di Hatiku karena disana aku menaruh harap dan asa tentang "aku dan dia"
KOPDAR AKBAR LOENPIA 09
maslie, Sunday, May 10, 2009
Tertawa, seru, cekikikan, ceria dan guyub. Itulah Kopdar Akbar Loenpia kali ini. Menempati di halaman rumahnya Pak DP di Jl Papandayan. Rumah beliau yang luas memang tepat di gunakan untuk mengadakan kopdar kali ini. Kopdar yang kali ini juga akan memberikan bantuan kepada Panti Asuhan berikut beserta uang hasil dari sumbangan anak-anak loenpia.
Tanpa di komando, yang saat itu saya baru jetlag karena baru aja menginjakkan kaki di Semarang langsung menuju ke lokasi tentunya mandi dulu dan sarapan terlebih dahulu. Gelar tikar, masang soundsystem plus perlengkapan grafis. Satu persatu tukang loenpia pun berdatangan. Kotak-kotak hasil berisi pakaian pantas pakai langsung kami sortir dan kami pisahkan. Setelah di sortir Alhamdulillah terkumpul kurang lebih 7 kotak pakaian pantas pakai. Setelah selesai kami berkumpul, karena kali ini adalah kopdar akbar supaya lebih akrab kami mencoba memperkenalkan diri kami masing-masing. Karena menu sudah siap tersaji di meja kami pun langsung makan siang bersama tetapi apel-apel (panggilan untuk tukang loenpia wanita) segar yang kami persilahkan terlebih dahulu. Sambil merujak beberapa tukang loenpia menyibukkan diri dengan berolahraga (PSan, Arthello, Remi, Ping Pong) yang kebetulan tema kali ini mengambil tema adalah olah raga. Kami pun kedatangan saudara kami dari komunitas bengawan. beliau adalah AndyMSE, terimakasih mas Andy sudah bersedia datang.
Malamnya lanjut lagi kopdar di Klasik. Tempat ini persis di Puncak Bogor (walau saya belum pernah kesana). Dingin dan hawa yang segar. Kami pun langsung memesan makanan sesuai selera kami masing-masing. Setelah selesai Didut berpikir. Di sini kita makan rata-rata menghabiskan uang Rp 50.000. Di panti asuhan terdapat sekitar 16 Siswa. Walaupun sekolah itu termasuk ke dalam BOS, tetapi untuk kebutuhan sehari-hari seperti buku, alat-alat tulis dan sebagainya pasti mereka sangat membutuhkan. Seandainya dalam sebulan kita bisa menyisihkan paling nggak Rp 50.000 atau merelakan untuk tidak kopdar sekali dalam sebulan kami kira kita sanggup, mungkin bagi kami yang sudah bekerja hal ini tidak lah begitu memberatkan.
Jadi nih, dari ketikan saya diatas maksudnya adalah setelah sumbangan tersebut kita serahkan ke panti asuhan tersebut, rencana dari mas didut dan saya akan membuat semacam orang tua asuh. Setiap bulan mungkin bergiliran ada para tukang loenpia yang mau menjadi donatur tetapi di luar komunitas nggak apa-apa lo ikut membantu. Lebih lengkap bisa di tanyakan ke mas didut yang punya ide, karena saya hanya bantuin "hooh" aja tadi malam. Mungkin menurut kita kecil tetapi bagi mereka sangat berarti. Ada yang mau ikut menjadi bagian dari orang tua asuh??
Tolong jangan duduk di sini!!
maslie, Tuesday, March 10, 2009Dan malam itu benar-benar terjadi. Tengah malam menjelang pukul satu pagi. Kami kedatangan tamu yang tak di undang beliau adalah Pak Michael dan Anton kalau saya tidak salah ingat. Yah namanya orang baru pasti kami tanya berasal dari mana?dan beliau menjawab bahwa Pak Michael adalah seorang pengajar di salah satu Universitas Swasta di daerah Grogol yaitu Universitas Tarumanegara.
Sepintas memang kami tidak curiga dengan kedatangan beliau, karena bagi kami siapa pun yang akan bergabung dengan komunitas BHI siapa saja boleh. Waktu baru datang beliau berkata-kata yang sepertinya sudah sangat familiar dengan wajah saya. “Masnya yang pake kacamata, yang masuk koran kompas kemaren kan”. Kami pun tertawa dan rekan-rekan pun meng-iya kan seakan-akan saya ada di koran tersebut. Beliau pun dengan sopan dan santun bertanya apakah kami ini komunitas BHI?lalu kami jawab iya. Dengan sopan beliau permisi untuk duduk dan ngobrol bersama.
Beberapa kawan ada yang bertanya “Bapak tahu BHI di mana” lalu dijawab “Saya diberitahu sama teman bahwa di sekitaran Bunderan HI ada komunitas anak-anak nongkrong”. Kecurigaan pun muncul sewaktu pertanyaan seakan-akan sudah di susun dan sudah sangat paham dengan seluk beluk komunitas ini. Dimulai dari pertanyaan siapa yang bekerja sebagai Manajer, jumlah dari komunitas sampai dengan kegiatan-kegiatan lain yang mereka sangat ingin tahu. Bukannya kami menuduh bahwa beliau adalah orang suruhannya Pihak Manajemen Plaza Indonesia yang memang kami tiap jumat malam menghabiskan waktu sampai dini hari “nongkrong” tapi dari pakaian dan pertanyaan kami berasumsi bahwa beliau bukanlah pengajar ataupun pedagang yang sempat di lontarkan dari pertanyaan “ceceran” kami.
Beberapa saat kemudian datanglah pihak Keamanan aka Security aka Satpam mendatangi kami. Beliau (Satpam) ini langsung menasehati kami yang lagi asik-asiknya “nyruput” kopi susu buatan mbok wedang. “Mas, kalau duduk jangan bergerombol dan dibawah, tidak enak di lihat para tamu”. Kami pun merasa aneh. Karena beberapa minggu yang lalu kami tidak di perbolehkan duduk di atas keramik merah tersebut, tapi sekarang di suruh untuk duduk diatas marmer. Karena kebetulan hanya saya yang duduk diatas, yang lain pada “senderan” jadilah saya yang jadi bahan ejekan kali ini. Terlihat tidak ada “kekompakan” dari pihak manajemen. Karena kami sudah lama “nongkrong” di BHI maka kami juga sedikit “nge-les” ke Satpam tersebut. Dengan wajah bingun dan alasan yang dicari-cari “takutnya kalau ada trantib datang anda-anda di angkat” kami pun tertawa terpingkal-pingkal. Dan akhirnya Satpam itu pun mengalah untuk menjauh setelah sebelumnya berpesan kepada kami “saya sudah bilang anda lo, kalau ada apa-apa saya tidak mau tanggung jawab”
Yah...di jakarta siapa pemegang modal dialah yang berkuasa. Karena kami ini bisanya nongkrong di seputaran BHI dan ditemani hangatnya susu kopi buatan mbok wedang yang hanya seharga Rp 2000, apalah artinya dengann minuman yang menggunakan Dolar yang hanya bisa saya nikmati sekali-kali toh itupun saya harus berpikir dulu untuk masuk ke dalam sana. Sory Pak Michael, saya yakin anda bukan pengajar di Tarumanegara tetapi kalau saya salah saya mohon maaf.
Apakah jumat malam akan ada kejadian yang baru lagi??tunggu saja. Semoga dengan kejadian ini, pemerintah semakin berpihak kepada public untuk membuat lagi ruang public yang memang buat public.
Every Journey Has Its Moments
maslie, Sunday, March 01, 2009Sabtu kemaren dapat telpon dari teman dia adalah Mira. Yang katanya ingin melihat pameran computer di JCC. Ya pameran yang diadakan setahun beberapa kali ini memang tidak ada perubahan yang mencolok, masih tetap dengan konsep dan tata letak yang sama.
Akhirnya saya meng “heehkan” walau hujan turun deras yang membuat malas untuk keluar rumah. Dengan karcis masuk Rp 5.000 rupiah kita sudah bias masuk ke arena stand pameran.
Kalau di lihat sekilas poto di atas memang tidak ada yang aneh. Tapi kalau di lihat dari tema yang di usung dan di sambung2kan kok lucu juga. Kejadiannya waktu saya minta di poto oleh Mira di depan Baliho utama. Dengan gaya bingung kok tiba-tiba waktu saya melihat hasilnya ada gadis ABGeh di samping saya. Memang benar Setiap Perjalanan pasti ada momentnya, walau tidak kenal siapa dia tapi paling nggak ada yang bias di buat bahan posting hehehehe
Yahh karena isinya sama aja kalau pameran, yaitu ajang jualan dan promosi teknologi terkini saya hanya muter-muter saja mencari hadiah gratisan yang kali ini saya tidak dapat apa pun, tapi hanya satu CD Audio Yovie & The Nuno itu pun karena saya apply kartu redit Mandiri
Kau membuat ku merasa hebat..
Karena….
Tolong jangan di bayangin saya menyanyi ya..karena di jamin pasti hancur. Dan setelah selesai kami pun memberi ke mereka tips yang lebih karena kami senang, lalu saya pun minta untuk poto bersama. Bak bertemu dengan artis idaman mereka pun senangnya bukan main. Nih potonya..bukan HOAX kan??
Mall Eksklusif
maslie,
Jika sekarang lagi santer-santernya kawasan taman/pedestrian di sekitar hotel Plasa Indonesia atau Bunderan Hotel Indonesia akan di gusur. Jadi jelas bahwa ada perbedaan status sosial yang jelas di Jakarta kini . Semakin sulit untuk menemukan tempat yang nyaman dan murah sekedar untuk melepas lelah dan penat. Kali ini giliran saya sendiri yang mengalami sendiri, yaitu ketertiadaannya parkiran untuk kendaraan roda dua di FX Plasa.
Jumat sore kemaren saya ada janji dengan teman untuk ketemu di salah satu mall yang masih terbilang masih baru dan sangat ekslusif yaitu FX Mall. Karena saya menggunakan kendaraan roda dua saya pun seperti biasa langsung naik menuju parkiran yang memang tidak ada tulisan itu buat parker mobil ataukah roda dua. Belum sampai masuk saya sudah di cegat oleh Satpam setempat yang bilang ke saya bahwasannya di sini (FX Plazs) tidak di sediakan tempat untuk kendaran roda dua. Saya pun kaget, karena baru kali ini ada Mall yang tidak ada fasilitas untuk roda duanya. Saya pun mengalah dan bertanya ke Satpam tadi dimanakah letak parkiran kendaraan roda dua, lalu di jawab di belakang FX Plaza di sebelah hotel Century Atlet. Karena saya baru petama kali parker motor di situ lalu saya pun memutuskan untuk parker di Wiswa Serba Guna. Karena letaknya di belakang jadi saya harus sedikit jauh memutar untuk menuju ke FX Plaza.
pemikiran seperti apakah dari pihak manajemen untuk meniadakan lahan parkiran kendaraan roda dua?sekiranya apa yang menjadi latar belakang untuk meniadakan parkiran kendaraan roda dua. Apakah takut akan imej yang turun karena ada Mall yang menyediakan untuk kendaraan roda dua. Dengan tidak menyampingkan pengunjung yang menggunakan kendaraan umum (Ojeg, angkot, Bus(way), dll), karena memang kendaraan roda dua ada lah kendaraan yang efektif untuk menerobos kemacetan di Ibu Kota
Yah…satu lagi perbedaan dan perlakuan antara pemunya modal dengan orang biasa. Yak arena saya hanya pengunjung saya pun harus rela kehujanan untuk menuju ke parkiran. Dimana kah ruang public yang tepat, murah dah nyaman di Jakarta ini selain Mall?
Ada menu baru di wetiga
maslie, Tuesday, February 03, 2009
Selasa malam kami bertiga (saya,kian, dan samira lalu ivan menyusul) mencoba jeng-jeng ke daerah Mayestik. Yup, mana lagi kalau bukan di wetiga. Wetiga yang beralamat di Jalan Langsat 1/3a ini memang dikenal kumpulnya para orang-orang yang hobinya ber-internet. Karena di sini selain kita bisa kumpul-kumpul dan makan atau minum, di sini fasilitas internet (Wifi) juga tersedia gratis.
Waktu saya datang disambut dengan hujan yang rintik-rintik. Setelah shalat maghrib, Saya pun langsung mesan minum kebanggaan saya yaitu susu jahe. Ditengah kami ngobrol si juragan gembul menawarkan kepada saya menu baru. Yaitu sosis solo. Sepintas kalau di lihat seperti telur dadar yang di gulung. Karena penasaran saya pun mencobanya. Dengan di bakar dan di cocol sambal sisa dari nasi kucing, rasa sosis solo memang "mbedani". Ada ayam di tengah-tengah gulungan sosis yang di balut telur kuning. Enak di gunakan sebagai pelengkap lauk "nasi kucing".
Selain sosis solo juga ada wedang secang. Apa itu wedang secang?awal mulanya saya hanya "heeh" aja begitu ditawarkan si juragan wedang tersebut. Ternyata wedang secang adalah minuman yang terbuat dari kulit pohon secang. Dulunya wedang secang hanya dinikmati oleh kerabat kraton saja (sumber disini). Disamping hangat dan nikmat ternyata secang juga mempunyai banyak khasit.
Di jakarta yang penuh sesak ini, terkadang terbesit tempat yang enak buat nongkrong. Yang bukan hanya disesaki dengan jajanan mahal, dinginnya ruangan AC, putihnya lantai marmer. Tapi kalau saya bisa lebih nikmat dengan melihat bintang yang tersenyum ditemani sang bulan, mendengar suara jangkrik sambil minum segelas susu jahe panas. Dan koneksi internet yang harus selalu ada, harus!!. Yup di sini tempat yang "ndesoni" mana lagi kalau bukan di angkringan Wetiga (Warung, Wedangan, Wifi)
Mana Hantunya....??
maslie, Wednesday, January 28, 2009Judul di atas sengaja saya buat sekadar untuk memancing supaya lebih banyak orang yang mengunjungi blog saya. Maklum habis baca blognya pandji yang menurut saya inspiratif.
Lanjut...Sabtu kemaren sewaktu saya ke Semarang jalan-jalan bersama teman-teman Semarang. Saya mencoba menyempatkan diri untuk mengunjungi Lawang Sewu yang konon terkenal akan keangkerannya. Plus ditambah dulu pernah ada reality show dunia lain yang sempat pula saya saksikan hantunya sempat muncul. Sabtu malam sehabis jeng-jeng (jalan-jalan) dari Samawis (China Town), rekan kami nila ingin sekali ke Lawang Sewu, berhubung saya juga belum pernah akhirnya kami sepakat kesana walau hujan terus turun.

Belum sempat masuk ke dalam kita sudah di hadang oleh guide dadakan (saya nggak kenal karena belum kenalan) yang menawarkan untuk menjadi guide selama di dalam gedung. Nah sebelum masuk kita diwajibkan bayar Rp 5000 per orang ditambah 30 ribu untuk Guide. Yap, akhirnya kita ber enam (saya, nila, wiwik, [H]Yudee, Dendy, dan sofyan) sepakat untuk masuk. Kalau mau yang gratis Guide pada waktu siang hari.
Lawang sewu dalam bahasa Indonesia berarti 1000 pintu. Memang Gedung lawang sewu ini memiliki banyak sekali pintu. Gedung yang dibangun waktu jaman Belanda ini dan sempat di jadikan sebagai kantor pos memang sangat tua dan angker katanya. Yang menarik adalah dinding, genteng dan ornamen dari kayu masih asli, padahal sudah berumur ratusa tahun. Gedung yang mempunyai 3 lantai ditambah 1 lantai bawah tanah sangat besar. Kami sempat berfoto-foto sejenak untuk mengabadikan ditambah ada potograper gratis dari teman kami [H]Yudee yang memang mumpuni di dunia pemotretan. Akhirnya kami sampai di lantai basement setelah berkeliling gedung.
Di basement ini yang konon terkenal akan ke angkerannya. Disini yang mau mencoba ke bawah hanya kami bertiga (saya, nila dan sofyan). Eits tapi harus bayar lagi dengan bayar Rp 6000 kita akan mendapatkan Sepatu Bot dan Senter untuk tiap orang plus kita ngasih seiklasnya kepada orang yang menjadi guide. Di basement ini pusatnya tempat orang-orang dianiaya. Ada penjara dodok (duduk), Penjara ngadek (berdiri), tempat pemenggalan kepala, sampai pintu pembuangan mayat rahasia. Dan akhirnya sampai di tempat yang membuat penasaran yaitu tempat dilakukannya syuting uji nyali Dunia Lain. Di sini saya kami mencoba mematikan lampu senter dan memang gelap plus apek, sempat deg-deg an juga. Setelah di tunggu beberapa lama dan sempat tingak-tinguk Yup memang setannya tidak muncul karena mungkin saya beraninya rame-rame. tapi kalau di suruh uji nyuli di tempat situ saya mending ronda keliling kampung ngambilin saweran beras tiap rumah. Ehh tunggu dulu, tapi kalau hantunya tali pocong perawan yang main si Dewi Persik saya nggak nolak sih....
txs for [H]Yudee and Juminten for the picts
Tolong bantuin hitung
maslie, Sunday, November 30, 2008Sebenarnya masih ada rasa penasaran. Kejadian ini bermula sewaktu ada acara KOPDAR anak-anak loenpia Jakarta (saya, adam, nila, wiwik, lowo) plus satu dari loenpia Semarang mizan. Sabtu malam sekitar jam 20.00 sehabis jalan-jalan dari Senayan City kita sepakat akan naik busway lalu diteruskan ke arah kota. Tapi sewaktu di tengah perjalanan perut mulai lapar ditambah nila yang sudah tidak tahan karena lapar, atas saran mizan kita sepakat untuk berhenti di Sarinah lalu akan mencari makan di daerah Sabang.
Setelah turun dan berjalan menyusuri jalan kita sepakat akan makan Sate di daerah dekat sabang yang konon Satenya enak. Sudah sampai di tempat sate kita memesan sate yang sebelumnya sempat saya tanyakan harga per porsinya adalah Rp 14.000,- isi sepuluh tusuk sate. Jadi kita mesan sate ayam 2 porsi dan sate kambing 2 porsi ditambah lontong untuk tiap anak dan minum.
OK, kita to the point aja. Setelah selesai makan dan tetap poto2 narsis kita sepakat selesai dan langsung menuju kasir untuk bayar. Hanya ketambahan krupuk krecek 1 buat si Mbak2 langsung menghitung dan total yang harus kita bayar adalah Rp 128.000,-. Saya sempat terdiam untuk mencoba mengingat2 apa yang tadi kita makan sembari teman-teman dan saya mengeluarkan uang untuk bantingan (urunan bayar). Lalu setelah selesai kita menyebrang jalan, sampai di sebrang saya berhenti lalu mengajak diskusi dengan Nila.
Saya : "Nil, benar nggak sih total harganya segitu?"
Nila : "Kayaknya nggak deh mas"
Wiwik : "ono opo to?(sambil saya menjelaskan ke dia tentang pembicaraan saya dengan Nila.
Dengan wajah masih agak heran saya berinisiatif untuk kembali ke kasir tapi dengan syarat harus ada yang menemani saya. Tapi wiwik menegur saya "sudahlah di iklasin aja, kalau memang salah hitung biar mereka yang nanggung". Ya sudah saya kembali jalan dengan tetap ngedumel bareng Adam dan Nila sampai di Monas saya tetap ngedumel.
Ok, ini menurut perhitungan saya...
Sate Ayam + Kambing @ Rp 14.000,- x 4 = Rp 56.000,-
Lontong Asumsi Rp 2.000 * 6 = Rp 12.000,-
Minuman Rp 3.000 * 6 = Rp 18.000,-
Krupuk krecek Rp 5.000
Total Rp 91.000
Hingga hari ini saya tetap mencoba mengingat-ingat semua yang pernah kita makan. Apakah ada yang salah dengan hitungan saya?Tolong di bantu
It Sucks
maslie, Sunday, November 23, 2008Kemaren pas gw datang di Pesta Blogger 08, terdengar samar-samar ada pembicara dari Singapore. Dia mengatakan sewaktu di undang jalan-jalan ke tiga kota di Indonesia dia sangat mengagumi Indonesia. Entah itu makanan yang enak, Orang-orang yang sangat ramah, budaya yang ramah dan sebagainya. Tapi satu hal yang membuat dia tidak suka. Yaitu koneksi internet. He said "Internet in Indonesia not fast, it sucks hahahahaha".
Sedikit kaget tapi lucu juga, karena di kanan kiri ada sponsor dari Speedy, dan memang selama Pesta Blogger 08 kemaren gw ngerasa koneksi internet sungguh-sungguh lemot.
Semoga di tahun-tahun mendatang koneksi internet di Indonesia semakin cepat, murah dan tentunya masyarakat semakin melek IT. SEMOGA!!
Iseng aja
maslie, Monday, November 10, 2008Lagi nunggu teman meeting, gw menyibukkan diri dengan mencoba untuk memaksakan diri membuka blog. Memang sampai tulisan ini dibuat belum ada pikiran apa pun bahan apa yang akan dicoba dituangkan lalu di posting.
Di depan cafe Excelso yang berada di lantai 3A Grand Indonesia, di depan patung yang ada air mancurnya. Sendiri sambil ditemani dengan Coffe Float dingin.
Apa yang ada akan coba dituangkan.
Ada yang menarik pada hari ini. Di depan Cafe terdapat Patung yang dikelilingi oleh air mancur. Tiba-tiba terdengar lagu Newyork-nya yang dibawain sama Franksinatra. Yang menarik dari kolam air mancur ini adalah gerakannya yang sangat dinamis. Seakan-akan mengikuti alunan dari musik yang keluar. Pada saat lagu ceria air bergerak lebih dinamis, ketinggian air bisa sampai 3 meter. Melenggak-melenggok layaknya penari.
Pertunjukkan ini kurang lebih hanya 10 menit, tapi dengan pertunjukkan yang sangat cepat banyak orang yang penasaran lalu bergerak mendekati air mancur tersebut. Pada saat lagu berhenti, air yang semula tingginya 3 meter lalu jatuh dan menghilang dan diganti dengan air mancur yang hanya tinggi sekitar setengah an meter sebanyak 4 buah
Yah itulah harga yang harus saya bayar untuk minum di de' Excelso (bagi saya mahal), tapi sebanding dengan layanan yang diberikan
Angkringan
maslie, Monday, November 03, 2008
Hemm kembali teringat ke masa kuliah dulu di Jogja. Angkringan mungkin kata yang sering kita dengar. Dari angkringan biasanya obrolan mengalir, ntah itu obrolan yang ringan sampai yang berat seperti tentang eksekusi Mati Amrozi cs.
Angkringan kalau nggak salah (maaf, bukan asli jogja) berasal dari kata "angkring",yang berarti mengangkat kaki sebelah. Karena kalau kita duduk di kursi angkringan yang panjang itu, memang lebih enak kalau kita ngobrol, ngudut, makan atau minum sambil mengangkat kaki sebelah. Rasanya lebih afdol. Mungkin karena itulah disebut dengan angkringan.
Di Angkringan pasti selalu ada menu makanan wajib. Nasi kucing, ya sekilas kalau kita lihat nasi ini kecil memang pantas untuk ukuran kucing hehehe yang biasanya di bungkus dengan daun pisang. Isi lauk nasi kucing biasanya sambal tempe atau teri, atau telur dadar yang dipotong kecil2. Terus sate usus atau jeruan. Dan untuk minumannya yaitu wedang jahe.
DI daerah Jogja dan sekitarnya banyak ditemukan warung angkringan. Jam operasional angkringan biasanya buka dari habis magrib sampai tengah malam. Tapi ada beberapa angkringan yang bukanya dari pagi. Yaitu angkringan yang dekat dengan kantor Kedaulatan Rakyat di Jalan Mangkubumi. Ada beberapa angkringan yang menunya lebih lengkap, salah satunya yang cukup terkenal adalah angkringan yang berada di dekat St Tugu. Disini ada yang unik karena menu kopinya disuguhkan dengan bara api yang masih membara. Hemm anda tertarik??
Angkringan memang khas rakyat kecil, dari angkringan semua orang kumpul tanpa melihat latar belakang ataupun derajat. Semua ngalir tanpa batas tetapi tetap dalam kerangka kekeluargaan. Dari mahasiswa sampai para karyawan. Dari mas-mas tukang becak sampai dengan para Direktur. Di sini dengan uang yang pas2an kita bisa melepas penat sementara.
Di daerah Jalan Kaliurang sampai dengan St Tugu pasti akan kita jumpai banyak sekali para penjual angkringan. Angkringan mempunyai ciri khas yaitu dengan grobak ditambah terpal yang digunakan untuk menutup kabut malam. Kalau mau yang lebih enak bisa coba angkringan yang ada fasilitas free hostspot yaitu di daerah UGM dekat dengan kantor Jogja Media Net, lumayan makan ringan plus bisa berinternetan ria.
Wahhh jadi kangen nih akan suasana angkringan, eittss tapi jangan kuatir bagi anda yang berdomisili di daerah Jakarta. Jika ingin menikmati masa-masa romantis sewaktu kuliah di jogja dulu anda bisa mengunjungi di wetiga (warung,wedangan,wifi) di daerah majestik tanpa bermaksud promosi. Disini kita bisa merasakan suasana Jawa plus makanan angkringan plus lagi kita bisa berinternetan ria. Di wetiga jam operasionalnya dari habis magrib sampai tengah malam. Dari hari Senin sampai hari Sabtu. Khusus Minggu libur kata penjualnya, atau bisa kunjungi webnya di http://www.wetiga.com.
Oke selamat membaca blog saya dan sambil minum susu jahe anget.





