Negari Antah Berantah

Disebut Negari anggap saja ini seperti Dongeng. Dulu Negari ini dikenal oleh orang-orang sebagai Negari yang kaya dan makmur. Bahkan sampai makmurnya banyak negara lain yang rela "menetap" sampai beberapa abad lamanya.

Negari ini yang bahkan terkenal dengan sebutan nusantara sangat dikenal seantero dunia. Bukan saja karena hasil alamnya yang melimpah tapi semua masyarakat yang sangat ramah. Tanah yang subur, udara yang bersih, air yang jernih, gunung yang menjulang tinggi, lautan yang luas adalah jaminan bahwa Negari ini akan makmur. Makmur dalam artian sebenarnya, bukan makmur untuk golongan atau kelompok tertentu.

Tapi coba kita lihat di sekeliling kita saat ini. Ternyata jaminan Negari ini hanya diperuntukkan bagi kelompok tertentu. Pohon-pohon yang seharusnya digunakan untuk jaminan keberlangsungan mahluk hidup, dibabat habis tak tersisa. Yang tersisa adalah banjir dimana-mana, hewan-hewan buas turun ke ladang untuk mencari makan yang akhirnya mereka dibunuh karena dianggap merusak perekonomian. Bahkan menurut informasi dari BPS (Badan Pusat Statistic) jumlah penduduk miskin pada bulan September 2012 mencapai 29,13 juta orang. Yang mana 15,883 juta berada di pulau jawa. 

Pulau Jawa yang dikenal gemah ripah loh jinawi yang artinya tentram dan makmur serta sangat subur tanahnya, tapi mengapa masih saja ada masyarakat yang miskin?apakah ada yang salah dengan masyarakatnya?atau memang Negari ini yang suka jika ada kata "miskin". Sampai sekarang adalah istilah raskin. Sungguh ironi melihat ketidakadilan di Negari ini. Banyak hal yang menjadi penyebab kemiskinan. Yaitu politik, tingkat inflasi, pendidikan, peperangan bahkan tingkat pendapatan. 

Seharusnya pemerintah lebih mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Jika rakyatnya makmur dan sejahtera maka pastilah pemimpinnya ikut pula sejahtera. Tapi jika di suatu Negari rakyatnya miskin tetapi pemimpinnya tidak, tentu ada yang salah dalam hal kepemimpinan ini. Harus ada isu atau agenda khusus yang digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi tingkat kemiskinan. Tentunya agenda ini bukan hanya agenda perkelompok atau negara, tetapi harus mempunyai tujuan yang sama secara bersama-sama. 

Oxfam adalah konfederasi internasional dari tujuh belas organisasi yang bekerja bersama  di 92 negara sebagai bagian dari sebuah gerakan global untuk perubahan, membangung masa depan yang bebas dari ketidakadilan akibat kemiskinan. Dengan adanya organisasi-organisasi seperti Oxfam ini, menunjukkan bahwa masih ada manusia yang masih berpikir dan perduli bahwa apa yang kita dapatkan saat ini merupakan titipan untuk anak-anak kita kelak. Kelak anak cucu kitalah yang merasakan bahwa orang tuanya terhadulu ikut dalam andil untuk kemaslahatan umat.

Contoh kecilnya adalah hutan. Hutan adalah merupakan habitat makhluk hidup di dunia. Bukan hanya Sumber Daya Alamnya yang dapat kita gunakan. Bahkan hal-hal lain sangatlah berharga. Bisa kita bayangkan jika hutan sudah habis. Bagaimana kita akan bernapas?lapizan ozon yang semakin tipis tentunya membuat kita menjadi tersakit-sakit. Panasnya bumi semakin menjadi-jadi karena tidak adanya "paru-paru" untuk menyaring gas menjadi oksigen. Saat banjir melanda, sungai-sungai langsung menguap, tanah longsor dimana-mana, karena hutan telah gundul.

Untuk memulai memahami pentingnya keseimbangan hayati tentunya sangat sulit kalau harus dilakukan secara global. Tentunya harus dimulai dari diri kita masing-masing untuk harus mulai memahami dan paham akan pentingnya "aset" tersebut untuk anak cucu kita kelak. Contoh paling gampang adalah dengan kita tidak membuang sampah sembarangan, meminimalkan penggunaan kendaraan bermotor dan diganti dengan kendaraan yang lebih ramah terhadap lingkungan. 

Dengan adanya kesadaran dari diri kita masing-masing, tentunya untuk mengajak orang disekitaran kita sangatlah gampang bukan?






Comments :

1
arif rahman said...
on 

ada baju unik--> http://pammadistro.blogspot.com/

Post a Comment

 

Komentar Terbaru

Postingan Terbaru