Showing posts with label Teknologi Informasi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Informasi. Show all posts

Online terus di mana pun kapan pun

Hari gini belum bisa Online? Itulah ejekan dari teman-teman saya. Ya, jaman ini siapa sih yang tidak tahu istilah online. Entah online hanya sekedar untuk mengikuti trend jejaring sosial seperti (Facebook, Twitter, Plurk dsb), Chatting ataupun untuk melihat email dan mengerjakan pekerjaan seperti saya ini yang selalu harus online setiap saat.

Entah Online menggunakan fasilitas internet kantor, lewat HP yang masih GPRS ataupun menggunakan fasilitas modem yang sudah bisa HSDPA. Semua itu satu tujuannya. Yaitu supaya bisa Online. Untuk bisa online saat ini sudah bisa di lakukan entah menggunakan HP yang hanya seharga 800 ribuan sampai menggunakan Netbook/Notebook yang bisa kita lihat di tempat-tempat yang ada fasilitas WiFinya.

Saat ini sepertinya semua operator telekomunikasi beramai-ramai merebut hati para pengguna internet di Indonesia. Seperti yang pernah saya baca di salah satu artikel Internet, pengguna account Facebook di Indonesia saja sudah melebihi angka 3 juta. Itu belum termasuk pengguna layanan internet yang lain yang sudah melebihi angka 25 juta untuk pengguna aktifnya. Fantastik memang tapi memang itu lah kenyataannya.

Sepertinya layanan HSDPA sudah hampir merata di seluruh wilayah Indonesia, jadi memang untuk melakukan koneksi internet dengan biaya yang sangat murah dan cepat sudah bisa di lakukan di mana pun. Dimulai dari layanan yang harus kita selalu isi pulsa sampai dengan paket yang Unlimitted yang kita harus bayarnya per bulan.

PT Exelcomindo Pratama atau XL, salah satu operator yang sudah lama berkecimpung di layanan telekomunikasi di Indonesia saat ini sudah meluncurkan layanan paket Internet Unlimitted Prabayar 30 hari. Paket yang di tawarkan pun cocok bagi pengguna internet seperti saya yang membutuhkan tarif flat dan murah meriah. Karena dengan tarif Rp 100.000 an saya sudah bisa melakukan layanan internet seperti mengirim berkas program, cek email client ataupun sekedar menulis di blog.

Semoga dengan semakin banyaknya layanan yang ditawarkan tiap-tiap operator telekomunikasi di Indonesia. Semakin membuat para pengguna internet semakin paham akan kebutuhan telekomunikasi tanpa batas ini dengan tetap mengindahkan norma dan aturan yang ada. Dan bagi para pengembang layanan telekomunikasi semoga semakin jujur dengan layanan yang di tawarkan.


dengan adanya lomba yang di tawarkan oleh XL dan komunitas dari jogja yakni CahAndong, semoga para penggiat internet di Jogja bisa semakin guyub dan jogja bisa lebih di kenal bukan hanya sebagai kota pelajar ataupun Gudeg tapi juga sebagai kota blogger di Indonesia bahkan di dunia.


Download cepat dengan Firedownload



Bagi yang senang melakukan download sesuatu dari Internet, dan masih merasa proses downloadnya lama, serta sering terjadi error. Saat Mozilla sudah membuat sebuah aplikasi yang bernama Firedownload. Kelebihannya dari Firedownload adalah Addons atau terintegrasi dengan browser Mozilla.

Untuk melakukan proses instalasi silahkan klik link ini https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/10615 maka akan langsung muncul site untuk melakukan proses instalasinya




Tinggal klik button “Add to Firefox (Windows), lalu ikuti proses instalasinya. Jika diminta untuk merestart Mozilla Browser, maka restart lah.

Untuk menggunakan Firedownload caranya sangat gampang. Arahkan kursor mouse ke link/File yang akan di download, lalu klik kanan pilih Save Link (Firedownload).



Selamat Mencoba!

It's now Facebook era














Siang malam ku selalu menatap layar terpaku untuk online online
online online

Tidur telat bangun pagi pagi, nyalain komputer online lagi
bukan mau ngetik kerjaan
email tugas diserahkan
tapi malah buka facebook
padahal face masih ngantuk
beler kaya orang mabuk
pala naik turun ngangguk ngangguk
sambil ngedownload empitri
colok iPod USB kiri
ngecekin postingan forum
ape ade balesannye? Belum

=============

Penggalan lirik di atas adalah lagunya Saykoji yang berjudul Online. Persis dengan apa yang di alami dengan teman saya. Tidur di sampingnya laptop, bangun tidur yang di lihat laptop/PDA, bahkan makan siang yang di pelototin juga laptop. Dengan semakin murahnya biaya internet, dan media yang di gunakan pun semakin beragam. Mulai berinternet menggunakan PC, Laptop, ataupun PDA/Smartphone. Bahkan blackberry saat ini sudah menanamkan aplikasi Facebook di dalamnya.

Hari gini nggak tahu Facebook, itulah ungkapan yang sering saya dengar. Bahkan jika saya berkenalan dengan orang yang baru maka saya pasti akan menanyakan account Facebooknya. Dan dengan Facebook pun saya bisa berkenalan lagi dengan teman SD/SMP yang sudah 16 tahun tidak pernah ketemu. Bahkan dengan Facebook saya bisa membuat sebuah Event dan saya publish ke Facebook sebagai invitation.

More People Need Connceted


Di era internet ini jarak bukan lah suatu halangan lagi. Saya mempunyai teman SD di Pontianak yang saya ukur jika menggunakan ini jaraknya kurang lebih 458 miles. Kalau menggunakan pesawat terbang butuh waktu sekitar 1 jam 10 menit. Di Facebook saya bisa melihat aktifitas, chatting, mood seseorang bahkan kenarsisan. Ada beberapa kawan yang bisa update Facebook lebih dari 10 kali dalam sehari.

Karena alasan jarak ataupun kesibukan inilah tanpa di sadari kita membutuhkan media yang mampu menanganinya. Yup dan kebutuhan itu di jawab oleh Mark Zukerberg sang penemu Facebook. Di Facebook banyak sekali kegiatan yang bisa di lakukan. Dimulai dari Quiz, Event Invitation, Chat, bahkan Jualan pun bisa.

Celakanya, karena saya bekerja di Perusahaan Konsultan. Banyak sekali project yang harus saya tangani salah satunya adalah Pemblokiran situs Facebook. Banyak alasan yang di utarakan. Di mulai karena membebenai beban bandwith, mengurangi produktifitas kerja sampai tertawa yang terlalu keras. Tetapi banyak jalan menuju Roma, ungkapan itu sepertinya cocok. Walau Facebook di block, Chat nggak bisa digunakan. Nah, teman saya yang kantornya di Block tersebut menggunakan HP/PDA untuk update ataupun melihat status dari temannya. Jangan-jangan besok kalau mau kerja HP/PDA tidak boleh di bawa selama jam kerja.

More People are connected


Facebook langsung booming, seakan-seakan kedatangannya memang di nantikan semua orang. Sampai sekarang lebih dari 3 milliar orang mempunyai account Facebook. Sebenarnya kalau di lihat dari sisi positifnya banyak hal yang bisa kita dapat. Bisnis pasti butuh koneksi dan koneksi bisa di dapat dari mana saja. Teman saya seorang enterpreanur yang mempunyai bisnis konveksi. Dengan Facebook dia menawarkan barang dagangannya. Ada juga kawan yang mengundang pesta perkawinannya dia lewat Facebook. Sebenarnya banyak sekali manfaat dari Facebook bahkan perusahaan sebesar Coca-cola, Toyota, Starbucks bahkan Presiden AS Barrack Obama menggunakan Facebook sebagai media kampanye dan pemasarannya.

How Facebook Are You??


Pernah melihat video di Youtube yang anak kecil baca puisi tentang ibunya yang sering melakukan aktifitas ber Facebook ria?Bahkan anak kecil itu yang bernama Serafina Ophelia Simanjuntak tiba-tiba menjadi bahan buah bibir dimana-mana. Video dan lirik puisinya di cari-cari orang, saya pun sempat tertawa begitu melihat sang anak membacakan puisi tersebut. kata-kata ini yang membuat saya tertawa

========

Sampai kapankah hubungan erat antara Ibu dan Facebook
Mungkin sampai akhir hayatnya.

Notebooknya akan dibawanya… ke…surga

========

Jadi seberapa seringnya kamu ber Facebook???Saya kembalikan lagi di diri masing-masing
*kembali ke Facebook maning....add saya ya!!!


NB : Inspired by www.tanadisantoso.com

Semakin cinta dengan Ubuntu

Hari ini pekerjaan sudah selesai. Untuk mengisi waktu saya teringat akan laptonya Udey yang menggunakan OS Ubuntu, tetapi tampilan desktopnya yang membuat saya terperangah. Sekilas tampilan mirip seperti Machintosh tetapi aslinya menggunakan Ubuntu

Karena penasaran, saya pun mencoba googling untuk mencari tahu bagaimana caranya agar tampilan Desktop Ubuntu saya bisa seperti Mac. Karena kalau saya harus beli yang asli pasti saya akan mikir beberapa kali untuk membeli laptop Mac. Akhirnya saya ketemu dengan link MakeTechEasier yang menurut saya sangat gampang untuk mengikuti manualnya.


Just RTFM (Read The F***ing Manual) plesetan para programmer. Saya pun mencoba membacanya satu per satu. Walau ada sedikit kendala tapi Alhamdulillah hasil yang saya peroleh sangat puas. Dengan menggunakan Ubuntu yang ber penampilan Machintosh membuat kerja tambah semangat.

Ya pelan-pelan saya akan meninggal kan OS Windows yang sudah saya kenal sejak sebelum lahir, untuk pelan-pelan beralih ke Linux. Sebenarnya sudah lama kenal dengan Linux. Dimulai dari Linux RedHat 3.0 yang hanya berfungsi sebagai server walau untuk aktifitas sehari-hari saya masih berhubungan dengan Windows. Toh dengan Linux pun kita masih bisa bekerja layaknya menggunakan windows. Mungkin hanya faktor kebiasaan dan keinginan dari kita. Kalau butuh aplikasi windows yang bisa berjalan di Linux kan ada Wine (Windows Emulator) loh kok tetep...doghh!!


Kado "Little Pinguin"

Kemaren kebetulan ketemu sama teman yang bekerja di Depkominfo. Bicara ngalur ngidul sampai deh pada topik kalau kantor tempat gw kerja sebagian dah di installin dengan si "Pinguin" menggunakan Ubuntu.



Nah untuk menghargai karena kantor gw pelan-pelan akan bermigrasi ke Linux. Maka gw diberi hadiah kecil yaitu sebuah Boneka Pinguin dengan tulisan "Saya bangga menggunakan software legal"
Ada rasa bangga juga karena dengan melihat boneka itu gw teringat dengan jerih payah teman-teman kantor yang mau bermigrasi ke Linux.



Ya pelan-pelan dan butuh kesabaran untuk berpindah kebiasaan. Kita harus selalu siap menjadi konsultan dari orang-orang disekitar kita. Supaya apa yang kita usahakan dapat terus digunakan dan bermanfaat tentunya.

Migrasi Windows ke Linux


Arigato Gozaimasu..

Duhh senangnya gw hari ini. Akhirnya hari Senin kemaren atasan gw Yamamoto San meminta saran gw untuk migrasi dari Windows ke Linux. Ya udah gw suggest ke dia bahwa untuk migrasi tidak perlu dilakukan untuk semua PC. Akhirnya gw coba install di komputer teman gw yang memang gaptek Linux.

Yang membuat gw senang ternyata Hera (teman gw) bilang ke gw "ringan yang pake Linux", nggak kayak di Windows yang loadingnya lama. Sekarang sudah hari 4 teman-teman kantor menggunakan Linux untuk operasional di kantor seperti ngirim email, browsing, bahkan chatting. Memang diperlukan sedikit kesabaran untuk mengajarkan Linux kepada mereka. Dari cara menyimpan file yang sedikit berbeda (karena nggak ada drive c,d dll) sampe cara untuk melakukan konfigurasi2 yang kecil.

Linux yang gw pake adalah Ubuntu mengingat aplikasi yang digunakan di kantor gw juga hanya aplikasi standard seperti Mengetik, Browsing, Chatting, Email dll. Karena ukurannya yang kecil dan ringan gw memilih Ubuntu Linux.

Tapi gw sendiri masih menggunakan Windows Base karena gw megang project Hitachi JP1 (see : http://hitachijp1.com), ya udah komputer dan Laptop nggak gw utak-atik. tapi untuk server email,dns,ftp gw pakenya linux.

Dalam waktu dekat ini, perusahaan gw sekarang bekerja juga akan menpropose client2 Jepang untuk menggunakan Linux.Karena selama seminggu karyawan menggunakan Linux menurut mereka hampir tidak ada perbedaannya, mungkin hanya perlu dibiasakan dan dipaksa untuk menggunakan Linux. So Hidup Linux dan juga Windows (he..he..he)

HSDPA



Ok, gw punya HP Samsung F300. HP ini blm support 3G apalagi HSDPA. Seumur-umur gw belum pernah memainkan aplikasi 3G, baik itu video call, streaming, internet dan lain-lain. Alasan gw belum beli HP yang bisa 3G pertama karena kebutuhan maksudnya gw belum butuh-butuh amat dan dirumah gw di jogja satupun belum ada yang punya HP 3G plus cewek gw juga blm punya hehehe.Alasan ke dua tarifnya masih mahal. Nggak punya bukan berarti kita harus nggak up 2 date mengenai perkembangan IT alias Gaptek gitu, betul nggak

Sekarang ini sedang rame-ramenya orang membicarakan teknologi yang satu ini. HSDPA (High Speed Downlink Packet Access), dari namanya aja kira sudah bisa menebak maksud dari HSDPA itu sendiri. Teknologi 3G sendiri sebenarnya sudah di perkenalkan 2 tahun yang lalu. HSDPA sendiri merupakan evolusi dari 3G atau biasa disebut dengan teknologi 3.5G yang berjalan pada channel baru High Speed Downlink Shared Channel (HS-DSCH). Dengan HDSPA, kecepatan downlink secara teori dapat mencapai 3,6 Mbps bandingkan dengan 3G yang ‘hanya’ mencapai 384 Kbps. Karena masih berjalan pada platform 3G namun dengan kecepatan melampaui kecepatan 3G standar maka teknologi ini disebut juga sebagai 3,5G. Sebenernya perkembangan teknologi HSDPA pada 3G hampir mirip dengan perkembangan teknologi EDGE atau Enhanced GPRS (EGPRS) pada GPRS. Perlu diketahui, EDGE memiliki kecepatan downlink mencapai 236 Kbps, cukup cepat jika dibandingkan dengan GPRS standar yang memiliki kecepatan sekitar 50 Kbps. Karena hal tersebut pula teknologi EDGE atau EGPRS juga dikenal dengan nama teknologi 2,75G.

dilihat dari sisi penggunanya. Orang yang menggunakan aplikasi 3G/HSDPA di pastikan sudah mengenal internet sebelumnya. Di Indonesia orang yang menggunakan internet di pastikan orang yang berpendidikan. Yang menjadi pertanyaan?apakah teknologi tersebut hanya di arahkan ke orang yang berpendidikan, bagaimana dengan nasib petani di pelosok desa yang belum terjangkau?Padahal jika teknologi ini bisa di manfaatkan oleh semua masyrakat, bukan tidak mungkin petani buah misalnya bisa langsung mengirim hasil panen buah itu ke pada buyer.

Investasi 3G oleh operator seluler merupakan investasi yang cukup mahal, konon untuk mendapatkan alokasi frekuensi 3G di Indonesia, operator harus merogoh koceknya sekitar ratusan miliar rupiah, belum lagi infrastruktur yang harus dibangun untuk jaringan 3G tersebut. Teknologi HSDPA yang masih saudara dengan 3G bejalan pada jaringan 3G sehingga tidak perlu lagi mengeluarkan dana yang besar untuk mengimplementasikan teknologi tersebut, itulah mengapa operator seluler juga mendukung teknologi HSDPA begitu teknologi ini diperkenalkan dan tidak lama setelah layanan 3G berjalan. HSDPA menawarkan layanan dengan kecepatan cukup tinggi, ibarat jalan tol, akses internet serasa tidak memiliki hambatan apapun. Dengan kecepatan mencapai 3,5 Kbps bahkan bisa ditingkatkan menjadi puluhan Kbps, kita dapat mengakses berbagai informasi diseluruh dunia melalui internet dan semakin membuat flat dunia kita.

Sekarang di beberapa negara maju sudah di buat semacam konsorsium untuk teknologi 4G. Siap atau tidak siap kita harus menerima bahwa teknologi semakin cepat berkembangnya. Semoga saja saya bisa beli HP yang support 4G, AMIN

Jenis kabel Fiber Optic



Kemaren habis ketemu sama orang CTO (Chief Technical Operation) salah satu perusahaan BUMN. Dalam pertemuan tersebut sempat dibahas mengenai perlu atau tidaknya diimplementasikan sebuah jaringan yang menggunakan Fiber Optic.
Di sini saya tidak akan memaparkan hasil dari pertemuan itu, hanya akan memberikan apakah sih kabel Fiber Optik itu.
Ok, Fiber Optic atau kerennya FO adalah kabel yang terbuat dari serat kaca atau plastik, yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan adalah laser, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi yang sangat tinggi menjadikan kabel FO cocok digunakan sebagai saluran komunikasi.

Dalam sistem transmisi Fiber Optic (FO), cahaya lampu dan sinyal optik, ‘bertugas’ membawa informasi, baik dalam bentuk digital maupun analog. Dalam pengoperasiannya, cahaya itu ‘diikat’ dalam serat (fiber). Proses saat cahaya melewati serat dinamakan ‘total internal process’. Untuk menuju serat, cahaya melewati celah antara cladding dan core. Saat cahaya mencapai ujung baris, dia akan diterima oleh receiver yang peka dengan cahaya. Dan setelah melalui semua tahapan itu, sinyal yang sebenarnya akan diproduksi. Fiber sendiri terdiri dari dua bagian, core dan cladding. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indeks bias yang lebih rendah dari pada core, sehingga cahaya yang mengarah keluar dari core akan dipantulkan kembali kedalam core.

Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian gelas yang menyusunnya. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik. Penggunaan laser, dan bukan Light Emittting Diode (LED), sebagai sumber cahaya karena bentuknya yang lebih kecil, lebih bertenaga, dan jangkauan sinarnya lebih panjang.
Serat optik dapat dibagi menjadi 3 jenis:
1. Single mode: serat optik dengan core yang sangat kecil, sekitar 8 mikro meter. Besar diameternya mendekati panjang gelombang, sehingga cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding. Kabel single mode dapat menjangkau jarak yang lebih jauh. Ia hanya mengirim satu sinyal pada waktu yang sama.
2. Multi mode step index: serat optik dengan diameter core yang sedikit lebih besar dibanding single mode, sekitar 10 mikro meter. Ukuran tersebut membuat laser di dalamnya terpantul di dinding cladding, yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini. Kabel jenis ini dapat megirimkan data yang berbeda pada saat yang bersamaan. Namun, jika kabel single mode dapat menjangkau ratusan kilometer, kabel multi mode hanya mampu menjangkau kurang dari 550 meter.
3. Multimode grade index: serat optik dengan diameter core yang terbesar, dibanding dua jenis serat optik lainnya. Jenis yang satu ini tidak terlalu banyak digunakan.

Mengapa penemuan kabel FO, dapat dibilang, merupakan hal yang revolusioner di bidang telekomunikasi? Di bawah ini, beberapa keuntungan menggunakan FO dibanding kabel tembaga, antara lain:
1. Harga kabel FO memang lebih mahal. Namun, untuk pemakaian yang sangat panjang, ia menjadi lebih murah dibanding kabel tembaga.
2. Kabel FO sangat menghemat ruang, karena wujudnya yang begitu tipis.
Cahaya (sebagai sarana pembawa informasi dalam sistem FO) dapat membawa informasi dalam jumlah besar. Ia dapat mengangkut hingga hitungan gigabit per detik. Contoh, kabel fiber berukuran 0.75 inci memiliki kecepatan yang sama dengan 20 kabel tembaga.
3. Kabel FO tidak terpengaruh dengan gelombang elektromagnetik dan sinyal radio. Sehingga, kualitas data yang dihasilkan lebih jernih.
4. Kabel FO menawarkan tingkat keamanan data yang lebih tinggi dibanding sistem konvensional. Sinyal sistem ini tidak dapat diambil alat lain, kecuali alat yang telah disetujui bersama.
5. Tingkat kehilangan sinyal lebih kecil daripada kabel tembaga.
FO memungkinkan pengiriman informasi dalam jarak jauh, sekalipun.
6. Tidak mudah terbakar, karena tidak menggunakan sinyal elektronik seperti kabel tembaga.

Setiap perkembangan dari teknologi, pasti memiliki kekurangan masing-masing. Ada beberapa faktor yang menghambat efektifitas kerja FO, antara lain:
Seperti saluran komunikasi lainnya, ada saat dimana sinyal yang dihasilkan melemah. Misalnya, dispersion yang dapat mengurangi kapasitas informasi yang diangkut. Serat lebih susah untuk disambung dibandingkan saluran biasa. Ujung sambungan serat harus dicocokkan dengan akurat, untuk menghasilkan saluran yang jernih. Sistem FO memakan biaya yang lebih besar.

Sumber : http://www.waena.org/index.php?option=com_content&task=view&id=480&Itemid=9

 

Komentar Terbaru

Postingan Terbaru