Ujian Linux Networking

1. Jelaskan fungsi dari router

2. cek domain berikut ini :
fasnet.ugm.ac.id
janabadra.ac.id
detik.com
Berikat penjelasan tersebut berdasarkan kelompok classnya, seperti :
-Network ID
-Host ID
-Network Address
-Netmask
-Broadcast

3. Buat aplikasi SSH, lalu settingan apa saja yang diperlukan agar bisa melakukan koneksi ke linux mesin?

4. Port berapakah aplikasi berikut ini?
www, ftp, ssl, ssh dan http

5. Linux mengenal istilah berikut ini, jelaskan masing2 serta contohnya
multitasking, multiuser, multitreadhing

6. sebutkan perangkat2 jaringan berdasarkan area nya. exp : LAN, MAN dan WAN

7. Jelaskan maksud dari, Internet, Extranet dan Intranet

Dikumpul ke dalam format doc, kirim ke mas.ully@gmail.com dengan subject Ujian Linux Networking-Final

Tugas

Dikerjakan dengan diketik menggunakan open office (ODF), Atau VI editor. Ukuran kertas Folio (21,5X33 cm), margin atas : 4, kiri 4 bawah 3 dan kanan 3. Spasi 1,5. Font : Arial.

Simpan di dalam direktory /home dengan nama file ada tugas


1. Jelaskan perbedaan yang antara GNU/Linux dengan Microsoft Windows !

2. Struktur File system di Linux

3. Sebutkan contoh aplikasi-aplikasi yang ada di Linux
yang berperan sebagai :
a. Office suite
b. Pemutar audio/video
c. Desain Grafis
d. Chatting

4. Jelaskan fungsi dari perintah-perintah di bawah ini,
berikut contoh penulisannnya
a. sudo su
b. mv
c. rm –rf
d. mkdir
e. chmod

5. Cobalah untuk membuat file dengan nama testfile, lalu rubahlah permissionnya menjadi :

# chmod 755 testfile
# chmod 644 testfile

Coba jelaskan masing2 perbedaan dari system permissionns file tersebut

Sebuah Cerita tentang "Kopi Asin"

KOPI ASIN

Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis. Si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang begitu memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. Si gadis agak terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.

Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat gugup untuk berkata apa-apa dan si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja yuk...?".

Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta garam buat kopi saya?"
Semua orang yang mendengar memandang dengan ke arah si pria, aneh sekali!
Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.

Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa punya hobi seperti ini?"

Si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut, asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini. Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya, ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen orang tua saya yang masih tinggal di sana."

Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya itu. Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya. Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung halamannya nun jauh di sana , masa kecilnya, dan keluarganya.

Suasana kaku langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua.


Mereka akhirnya berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian, berhati baik, hangat, sangat perduli ...
betul-betul seseorang yang sangat baik tapi si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu!

Untung ada kopi asin!

Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita cinta yang indah, sang putri menikah dengan sang pangeran dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap saat sang putri membuat kopi untuk sang pangeran, ia membubuhkan garam di dalamnya, karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.

Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku katakan padamu ... tentang kopi asin."

Ingat sewaktu kita pertama kali jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus. Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu untuk suatu apa pun.

Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin, betul-betul aneh dan rasanya tidak enak. Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus meminum kopi asin itu lagi.

Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai garam?

Si gadis pasti menjawab, "Rasanya manis."


Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi.

Tambahkan Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada gula.

Baru Kali ini

Baru kali ini aku menemuimu, dan baru kali ini kita bertatap muka. Entah kesan pertama yang aku rasakan. Hanya sekilas wajah mu terbesit di pikiran ku. Dan waktu pun kembali berputar. Wajah dingin mu yang membuat ku berpikir, apa ini wanita yang selama ini kucari?yang selalu kuidamkan untuk menjadi pendamping ku kelak?


Baru kali ini aku memohon kepada Nya secara tulus, bahkan air mata tak terasa menetes, hanya supaya permintaan ku kali ini di dengar. Semoga anggukan mu kelak akan menjawab segala pinta ini. Ya aku hanya manusia biasa, yang masa lalu ku mungkin jauh dari nilai takwa. Tapi dengan kedatangan mu itu merubah ku saat ini.

Jika ternyata kelak dirimu mengangguk, Sujud sukur yang aku persembahkan. Dan jika pun hanya diam pertanda penolakan ucapan hamdallah yang aku ucapkan, karena adanya dirimu aku menjadi lebih bersyukur.

Apa pun jawaban mu, semoga semuanya karena cinta kepada sang Khalik semata. Semoga dirimu diberikan selalu yang terbaik

PS : ana behibak ya habibie, ya humairah!!

Smart Driving untuk aman dan nyaman di jalan

Beberapa hari yang lalu saya di beri bonus perusahaan untuk melakukan liburan ke Langkawi Malaysia. Karena pesawat saya harus transit dulu di Singapore beberapa jam. Jadi saya sempatkan untuk jalan-jalan di sekitaran area bandara. Ya, walau pun ke Singapore adalah kali ketiganya saya ke sini.

Saya menggunakan taksi yang kebetulan pengemudinya adalah orang Melayu Singapore. Jadi apa yang di “cakap” kan juga sedikit di mengerti oleh kami. Di sini, di Singapore sebagian besar masyarakatnya sudah paham hukum. Jadi selama perjalanan saya tidak pernah melihat adanya polisi lalu lintas. Sangat kontras jika di bandingkan dengan di Indonesia. Di Indonesia para pengguna jalan sepertinya akan patuh jika di depannya ada aparat yang bertugas.

Terlihat kontras juga ketika ada pengguna jalan yang akan menyebrang jalan. Sama-sama saling memahami. Pengguna jalan akan berjalan jika lampu khusus penyebrang sudah berubah menjadi hijau. Nah, para pengguna kendaraan pun akan menurunkan kecepatannya jika terlihat pejalan kaki akan menyebrang jalan. Bahkan taksi yang saya tumpangi juga menurunkan kecepatannya padahal jarak antara mobil dan penyebrang tersebut masih agak jauh.

Pengalaman saya di Singapore mengingatkan saya ke acara di Pesta Blogger beberapa hari yang lalu. Awalnya saya cuek dengan stand yang ada di sana. Satu persatu stand saya masuki. Nah sampai lah pilihan saya di Stand Ford Driving for Skills. Karena memang saya adalah pengendara yang mungkin hanya paham bagaimana membawa mobil atau kendaraan bukan bagaimana mengemudikannya. Karena penasaran, maka saya putuskan untuk mengikutinya dan dengan alasan lain juga bahwa stand ini lebih adem di bandingkan stand yang lain.

Acara yang berdurasi kurang lebih 2 jam itu awalnya membuat saya bosan, karena saya pikir semua orang pasti tahu membawa kendaraan. Tapi begitu sesi tanya jawab dimulai, saya mulai penasaran dengan materi yang di berikan oleh pemateri. Saya masih ingat dengan kesimpulan dari pemateri tersebut. Bahwasannya 90% kecelakan di sebabkan karena manusia. Awalnya saya tidak setuju, tapi akhirnya saya juga setuju karena bagaimana pun mobil/motor hanyalah seonggok barang yang tak bernyawa. Bahkan di contohkan jika kita mempunyai pistol dan kita biarkan, maka di jamin bahwa pistol tersebut tidak akan melukai ataupun membunuh orang lain.

Banyak hal yang saya bisa ketahui. Selama ini jika menonton acara televisi mungkin saya hanya mendengar istilah Smart Driving. Tapi di Stand Ford kemaren saya bisa lebih paham. Ternyata masih ada aspek lain selain Smart Driving. Seperti, Devensive Driving, Safety Driving serta Eco Driving.

Bahkan banyak hal secara teknis juga yang saya belum pahami. Seperti istilah blank spot, jarak aman saat mengemudi, teknik pengoperasian gigi transimi yang benar. Bahkan teknik perawatan ban kendaraan yang selama ini saya acuh kan. Lebih lengkapnya bagi yang tertarik akan teknik SMART Drive bisa langsung melihat di situs www.dsflindonesia.com bahkan kita juga ikut fans di Facebooknya dsfl tersebut. Bahkan bagi yang hoby nge tweet bisa meng follow dsfl ini

Walaupun acara tersebut saya rasa sangat kurang, tapi paling tidak saya bisa lebih aware nantinya dalam berkendara. Di Jakarta ini, siapa pun gampang stress dalam berkendara. Karena semua orang mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Mudah-mudahan di lain waktu saya bisa mengikuti sesi yang konon minimal membutuhkan minimal 2 hari untuk mempelajari Smart Driving ini. Dengan kita SMART dalam berkendara minimal kita bisa mengurangi kecelakaan untuk diri kita sendiri dan orang lain di sekitar kita.

 

Komentar Terbaru

Postingan Terbaru